Rabu, 02 November 2016

Perbedaan Business Process Continous Improvement (BPI) dan Business Process Reengineering (BPR)
  Perbaikan Proses Bisnis Berkelanjutan (Business Process Continous Improvement) adalah perubahan bertahap yang dilakukan secara terus menerus oleh suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih baik. Perbaikan ini dilakukan secara terus menerus guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas dalam pasar. Dengan BPI, suatu perusahaan akan dapat meminimalisir ketidakpuasan pelanggan serta kesempatan serangan kompetitif, juga dapat meningkatkan kesetiaan pelanggan.Sedangkan Business Process Reengineering adalah proses mendesain ulang bisnis, struktur organisasi, informasi sistem, dan kualitas organisasi secara radikal untuk mencapai suatu terobosan bisnis.


Tabel 1 Perbandingan antara BPR dan BPI

No.
BPR
BPI
(1)
(2)
(3)
1.
Tindakan tegas diambil untuk memecahkan masalah serius (radikal).
Perubahan rutin dilakukan untuk membuat peningkatan kecil (bertahap).
2.
Diarahkan oleh para eksekutif senior.
Dipandu pekerja.
3.
Ruang lingkup luas (seluruh bagian).
Ruang lingkup sempit, fokus di area tertentu.
4.
Tujuannya untuk mencapai terobosan utama.
Tujuannya untuk melanjutkan peningkatan yang berangsur-angsur.
5.
Kerap dipimpin oleh orang luar.
Biasanya dipimpin oleh pekerja yang dekat dengan bisnis.
6.
Sistem informasi yang integral terhadap solusi.
Sistem informasi menyediakan data untuk memandu tim peningkat.

Senin, 31 Oktober 2016

PERBEDAAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN SIX SIGMA
Hallo semuanya, kali ini admin akan memposting tentang perbedaan total quality management dan six sigma.
Sebelum ke inti nya, kita akan menjelaskan apa itu total quality management. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat".
Sedangkan Six sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management ( TQM ), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan mehilangkan biaya
Nah dari penjelasan di atas kita bias mengetahui perbedaan keduanya. TQM hanya memberikan petunjuk secara umum. Petunjuk untuk TQM begitu umumnya sehingga hanya seorang pemimpin bisnis yang berbakat yang mampu menterjemahkan TQM dalam operasional sehari-hari. Secara singkat, TQM hanya memberikan petunjuk filosofis tentang menjaga dan meningkatkan kualitas, tetapi sukar untuk membuktikan keberhasilan pencapaian peningkatan kualitas. Kemudian konsep Total Quality Control, pada tahun 1950, menunjukkan bahwa kualitas produk bisa ditingkatkan dengan cara memperpanjang jangkauan standar kualitas ke arah hulu, yaitu di area engineering dan purchasing.Akan tetapi ada beberapa kelemahan yang muncul pada pelaksanaan Total Quality Control yaitu:
1.Terlalu fokus pada kualitas dan tidak memperhatikan isu bisnis kritis lainnya.
2.Implementasi Total Quality Control menciptakan pemahaman bahwa masalah kualitas adalah masalahnya departemen Quality Control, padahal masalah kualitas biasanya berasal dari ketidakmampuan departemen lain dalam perusahaan yg sama.
3.Penekanan umumnya pada standar minimum kualitas produk, bukan pada bagaimana meningkatkan kinerja produk.
Six Sigma dalam pelaksanaannya menunjukkan hal-hal menjadi solusi permasalahan di atas: 1.Menggunakan isu biaya, cycle time dan isu bisnis lainnya sebagai bagian yg harus diperbaiki.
2.Six sigma tidak menggunakan ISO 9000 dan Malcolm Baldrige Criteria tetapi fokus pada penggunaan alat untuk mencapai hasil yg terukur.
3.Six sigma memadukan semua tujuan organisasi dalam satu kesatuan. Kualitas hanyalah salah satu tujuan, dan tidak berdiri sendiri atau lepas dari tujuan bisnis lainnya.
4.Six sigma menciptakan agen perubahan (change agent) yg bukan bekerja di Quality Department. Ban hijau (Green Belt) adalah para operator yg bekerja pada proyek Six Sigma sambil mengerjakan tugasnya.

Demikian postingan dari admin, semoga bermanfaat bagi kita semua